//
you're reading...
Pencerah Hati

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat?

Apa yang sedang saya hadapi sekarang mungkin juga pernah anda hadapi atau juga sedang anda hadapi juga, yaitu mengapa sulit sekali untuk bisa khusyu’ dalam  melaksanakan sholat 5 waktu, berikut beberapa uraian yang saya dapat dari Ustad M Arifin Ilham.

 

1. Mengapa kita sulit khusyu’ dalam sholat karena memang belum mengenal Allah kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal sifat, af’al dan asmanya, Dia yang menciptakan manusia, hewan tumbuh-tumbuhan, tubuhku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada dilangit, dan bumi, semua dihidupkanNya, “Al Muhyi” dan semua akan dimatikanNya “Al Mumiitu”, semua tunduk dalam kehendak”Al Muriidu” dan kekuasaanNya “Al Qadiiru”, Dialah yang mengatur semuanya DIAlah yg mengatur semuanya “Ar Robbu”, DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya “Al Maaliku” (QS3:26-27). DIa Maha Menatap “Al Bashiiru” tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar “As Samiiu'” mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA, Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yg kita hadapi dalam sholat selama ini?, Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma’siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?

2. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena belum fama bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat dan rukun sholat, maka jadilah “sukaaro” sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, “alkusaala” malah terasa beban, buru-buru pengen cepet selesainya, kebiasaan menunda-nunda waktuna, geraknya sholat seperti ayam matok. surah dan bacaan sholatpun komat kamit. sahabatku, simaklah kalam Allah ini “..JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR-BENAR FAHAM APA-APA YANG KALIAB BACA DALAM SHOLAT KALIAN (QS4:43). lihat orang mabuk berkata berbuat tapi tidak sadar apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku, sujud, tahiyyat dan salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku’, sujud menghadap PENCIPTA LANGIT DAN BUMI..tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA-GALANYA.

3. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah “Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi” dialog hamba kepada Kholiqnya, “Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH” (HR Bukhori Muslim). Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yg dipanggilpun yg berSYAHADAT, “Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah”, yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, “Yang membedakan kita dengan org kafir adalah sholat, maka siapa dengan SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir”. Menutup aurat karena memang menghadapNYA, menghadap qiblat karena memang fokus jasad ruh, hati pikiran kpdNYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci karena memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah “inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho” hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU…inilah diantara komunikasi sholat yang belum difahami, lantas bagaimana khusyu’ tanpa kesadaran ini?.

4. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena sedikit kita yang faham bahwa dalam sholat Ta’kala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dg RABBnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yg dibaca itu langsung dijawab oleh ALLAH”, lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, ”Segala puji bagi ALLAH, TUHAN seru sekalian alam”. ALLAH menjawab, “Hamba-KU telah memuji-KU”. Seorang hamba berkata, ”Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”. ALLAH menjawab, “Hamba-KU memuji-KU”. Seorang hamba berkata, ”RAJA di Hari Pengadilan”. ALLAH menjawab, “Hamba-KU mengagungkan Diri-KU. Hamba-KU berserah diri kpd-KU”. Seorang hamba berkata, ”Hanya ENGKAUlah yang kami sembah, & hanya kepada-MU kami memohon pertolongan”. ALLAH menjawab, “Inilah pertengahan antara AKU & hamba-KU, & bagi hamba-KU apa yang dia minta AKU berikan”. Seorang hamba berkata, ”Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang telah ENGKAU anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka & bukan mereka yang sesat.” ALLAH menjawab, “Ini milik hamba-KU, & bagi hamba-KU apa yang dia minta AKU berikan”. (Hadist Qudsi, HR Muslim). Karena itu sahabatku, mulailah bacanya pelan-pelan dengan kesadaran & keyaqinan “THUMA’NINAH”, sungguh ALLAH menjawab seperti ayat yang kita baca…”nikmatnya. bahagianya aku menulis ini dari mesjid Agung Baitul Makmur Rejang Lebong Bengkulu sambil menunggu waktu isya. I love you sahabatku fillah.

5. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena “hubbub dunya” sangat mencintai dunia, “the money is the first and the final of life, no money no happy” sehingga hati pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yg bersifat duniawi, duit, dolar, makan minum, keluarga, target-target bisnis, masalah-masalah, berkhayal dsb, & itulah yang diingat-ingat dalam sholat, sampai apa yg disebut oleh Rasulullah, “hatta yansa kam rok atan laka” sampai ia lupa sudah BERAPA RAKAAT IA SUDAH SHOLAT”, maka tidak heran saat sholat yg semestinya hati pikirannya fokus dalam sholat malah ingat dunia. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH surah Al Maa’uun ayat 4 & 5, “CELAKALAH orang2 yg mengerjakan sholat yg HATI PIKIRANNYA LALAI kepada ALLAH”. Lalai hatinya krn dunia “ball tu’tsiruunal hayaatad dunya” (QS 87:16). Krn itu sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yg fana ini, sholatlah seakan sholat terakhir hidup, simaklah sabda Rasulullah, “Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana” (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad).

6. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena makan minum yang haram, baik secara zat “lizaatihi” seperti, anjing, babi, alkohol, narkoba dsb, atau cara mencarinya dengan cara haram, “linailihi”, walaupun halal zatnya seperti makan tempe tahu halal tetapi karena cara mencarinya dengan berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dsb, maka tetap haram, seakan ia makan Tempe tahu tetapi sebenarnya ia makan anjing & babi, itulah yang disebut “rijsun min amalisy syaithon”. Najis karena amalnya, atau “roddudzdzakaat” karena menolak zakat, maka hartanya bercampur dengan hak faqir miskin, kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati & hijab hubungan kpd ALLAH, walhasil sholatnyapun tidak diterima, ALLAH “SUBBUUHUN” MAHA SUCI hanya menerima yg suci. Ingat komentar Rasul pd orang yg menangis ta’kala berdoa, “hampir saja aku mengira doanya diijabah ALLAH, namun Jibril memberitahuku bahwa orang itu suka menipu, lantas bagaimana ALLAH menjawab si penipu, pakaian & makanannya dari hasil menzholimi orang lain?” SADARILAH saat sholat kita BERHADAPAN ZAT YANG MAHA SUCI!.

7. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena sholatnya masih disertai “Al fahsyau” berbuat ma’ siyat seperti berdusta, mabuk, buka aurat, berjudi, berzina, dari zina mata melihat yang porno, tangan meraba, pikiran berkhayal sampai zina kemaluan, “adzdzunuubu kaafilatul quluubi” dosa dosa ma’siyat itu menjadi “cover” penutup hati, Alwaqi, guru imam Syafii’ berkata, “nurullahi la yuhda lil a’shi”, sungguh cahaya NUR HIDAYAH ALLAH tidak akan masuk pada hati yang tertutup gelap karena ma’siyat. Inilah kebanyakan yg terjadi pada “tukang sholat” bukan “Penegak Sholat”, STMJ sholat rajin ma’siyat tekun, ritual rutinitas tanpa disertai amal yg berkwalitas, hasilnya lagi lagi kosong, tdk ada “atsar” pengaruh, ini sekaligus menjadi jawaban mengapa ada orang sholat tetapi sulit khusyu’…ya bagaimana khusyu’ ma’siyat terus sich!. Imam Ghazali berkata, “Sungguh, sekali dusta sudah cukup membuat sholatnya terhijab kpd RABBnya”.

8. Bagian ke delapan, kita sulit khusyu’ dalam sholat karena sholatnya disertai “al mungkar”, berbuat zholim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan orang lain, menghina, memukul apalagi sampai membunuh orang lain. Ini pun menjadi HIJAB BESAR, karena ALLAH hanya menerima ibadah yang membuat hamba itu MENGHINAKAN DIRI dihadapanNYA & yang MEMBUAT dirinya BERAHKLAK MULIA kpd MAHLUKNYA. Cukup sholat itu akan dianggap dusta kalau tidak memperhatikan yatim piatu & faqir miskin (QS 107:1-3). “Cuek, masa bodoh, pelit, emangnya gue pikiran”dsb sudah cukup dianggap pendusta sholat, pendusta agama apalagi sampai berbuat aniaya, & ini semua bukan akhlak hamba ALLAH yang sholat, orang sholat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan & rendah hati.

9. Kita sulit khusyu’ dalam sholat karena “Ath thobiah assayyiah” masih punya sifat tabiat buruk seperti sombong, diam diam merendahkan orang lain, dengki, dendam, pemarah, buruk sangka, riya, sum’ah, ujub bangga diri dsb. Sehingga sholatnya tdk membawa pengaruh apa apa bahkan bisa jadi sholatnya menjadi fitnah karena ia melakukan bukan krn ALLAH, tetapi “Yurounnaas” riya, karena ingin pujian & perhatian manusia (QS 107:6) atau diam diam saat sholat karena diangkat sebagai imam atau pandai ilmu atau bacaannya sangat bagus atau karena rajinnya sholat ia bangga diri, dalam hatinya, “tdk ada org lebih pantas menjadi imam selain aku”, “tidak ada orang sealim aku di musholla ini”, “tidak ada suara sebagus bacaanku” dst. Inilah yang disebut ujub, “innama yataqobbALLAH minal mutawadhiin” ALLAH hanya menerima hamba yang benar2 lurus niatnya disertai penuh kerendahan diri dihadapanNYA, SUBHANALLAH.

semoga pencerahan dari Ustad M. Arifin Ilham ini bermanfaat bagi kita semua. Amin..

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow Lilium Interspinas on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 12 other followers

arsip

Blog Stats

  • 33,077 hits
%d bloggers like this: